News Detail

MENKO AIRLANGGA APRESIASI PERAN OJK AKSELERASI PEMULIHAN EKONOMI

MENKO AIRLANGGA APRESIASI PERAN OJK AKSELERASI PEMULIHAN EKONOMI
3/14/2022

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah bekerjasama dengan seluruh industri jasa keuangan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
“Dari sisi sektor keuangan, saya mengapresiasi OJK yang telah bekerjasama dengan seluruh industri jasa keuangan yang telah memberikan dukungan kepada pelaku usaha di sektor riil untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” kata Menko Airlangga dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Khusus perbankan, lanjutnya, dukungan melalui penyaluran kredit maupun pembiayaan telah terjadi peningkatan di Provinsi Jawa Tengah dan DIY pada bulan November 2021 dibandingkan periode yang sama di tahun 2020.
Sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Tengah dan DIY juga berhasil mencatatkan pertumbuhan positif di tahun 2021 dan capaian positif tersebut diyakininya menjadi fondasi untuk percepatan pemulihan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah dan DIY pada tahun 2022.
Lebih lanjut Airlangga mengatakan pada tahun 2022, pemerintah telah menargetkan ekonomi Indonesia untuk tumbuh sebesar 5,2 persen (yoy) dan strategi pengendalian pandemi masih memiliki peran krusial untuk mencapai target pertumbuhan ini. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga efektivitas pengendalian pandemi demi mendukung pemulihan ekonomi di level nasional maupun daerah.
“Momentum pemulihan ekonomi ini perlu dijaga dan tingkatkan bersama sehingga dapat tumbuh tinggi dan keluar dari Middle Income Trap dalam jangka menengah panjang. Oleh karena itu, Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan berbagai program pemulihan ekonomi dan reformasi struktural,” ujarnya.
Dukungan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus dilanjutkan di tahun 2022. Segmentasi KUR yang telah terbagi menjadi KUR super mikro, mikro, dan kecil dapat dimanfaatkan UMKM untuk menjaga keberlangsungan usahanya. Sepanjang tahun 2021, pembiayaan KUR telah disalurkan sebesar Rp281,9 triliun dan diberikan kepada 7,4 juta debitur. Sementara di awal tahun 2022 ini, pembiayaan KUR tercatat telah disalurkan sebesar Rp44,36 triliun atau 11,89 persen dari target tahun 2022 sebesar Rp373,17 triliun dan diberikan kepada 1,05 juta debitur.
“Sinergi yang kuat antara pemerintah dengan seluruh stakeholders, termasuk pelaku usaha jasa keuangan menjadi keharusan dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional. Semoga semangat dalam meraih peluang di tahun 2022 dapat berperan sebagai pendorong pemulihan ekonomi,” tutur Airlangga.